Biodata Singkat
- Nama: Sri Subakti, S.Kep, Ners
- Angkatan: 2001
- Email: irsaira_saphire@yahoo.com
- Facebook: irsaira_saphire@yahoo.com
Ayat Inspirasi
“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
-At Taubah ayat 105-
***
Sri Subakti lahir di Majalengka pada tanggal 25 September 1985. Anak ke-3 dari 4 bersaudara ini biasa dipanggil Achie dalam kesehariannya. Achie memiliki hobi traveling, browsing, membaca, nonton film, mendengarkan musik, dan memasak. Untuk hobi yang terakhir Achie mengucapkannya dengan agak ragu, kemudian menambahkan sambil tersenyum bahwa dirinya belum jago memasak, masih dalam taraf belajar. Sebagai penikmat sastra, buku favorit Achie adalah tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan The Alchemist karya Paulo Coelho. Banyak ilmu dan hikmah yang bisa diperoleh dari buku-buku itu. Diantaranya adalah semangat untuk terus berjuang mewujudkan mimpi dan senantiasa belajar untuk memaknai hidup. Sedangkan untuk film, Achie mengajukan film Laskar Pelangi dan Transformer sebagai film favoritnya.
Semangat Ikal untuk bersekolah dalam film Laskar Pelangi pun dimiliki oleh Achie. Mojang parahyangan ini mengawali pendidikan formalnya di TK Budi Asih IX Majalengka pada tahun 1991. Berlanjut ke SDN Cigasong 1 pada tahun 1992 dan lulus pada tahun 1998. Achie menghabiskan tiga tahun berikutnya di SMPN 2 Majalengka dan kemudian melanjutkan ke SMAN 1 Majalengka pada tahun 2001. Pada tahun 2002 Achie dan keluarganya pindah domisili ke Bandung. Hal ini membuatnya transfer sekolah ke SMAN 12 Bandung. Lulus dari SMA pada tahun 2004, Achie meneruskan studi di Jurusan Keperawatan Unpad hingga tahun 2008. Sekarang ini Achie tengah disibukan dengan aktivitasnya sebagai perawat di RSUD Majalengka.
Aktivis yang berprestasi
Hidup adalah perjuangan. Filosofi itu dianut oleh Achie melalui motto hidupnya: let it flows and keep struggle. Semangat untuk berjuang inilah yang membuat Achie terus berkarya dalam hidup. Ada banyak prestasi yang berhasil diukir olehnya. Di bidang akademik, prestasi Achie diawali saat SD dengan menjuarai lomba membaca puisi tingkat kecamatan dan juara siswa teladan. Selain itu, Achie pernah menjadi juara olimpiade biologi di SMAN 12 Bandung yang mengantarkannya ke olimpiade biologi tingkat Kota Bandung. Prestasi Achie di ilmu biologi membuatnya diutus sebagai perwakilan sekolah untuk menjadi peserta LCTB Biologi Nasional.
Selain di bidang akademik, penggemar pizza ini aktif dan berprestasi di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Ini terbukti saat Achie terpilih menjadi Tim Inti LBBI Pramuka Penggalang SDN Cigasong I pada periode 1997-1998. Di tingkat SMP, Achie mengikuti tiga kegiatan sekaligus, yaitu Paskibra, Pramuka, dan OSIS. Achie termasuk ke dalam generasi emas Paskibra dan Pramuka di SMPN 2 Majalengka. Pada masa itu tim Paskibra dan Pramuka sangat disegani dan berhasil meraih banyak penghargaan mulai tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi dan Nasional. Selain Pramuka dan Paskibra, Achie aktif di OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Karier Achie di OSIS diawali dengan aktif di Seksi BPPK (Berorganisasi Pendidikan Politik dan Kepemimpinan).
Selama di Seksi BPPK, jiwa kepemimpinannya semakin terasah. Hal ini terdeteksi oleh kakak kelasnya yang kemudian mendorong Achie untuk ikut dalam seleksi Ketua OSIS. Ada beberapa calon ketua yang bersaing dengannya. Nama-nama seperti Desiana Setia Budhie, Aang Chumaedi Hidayat, dan Lia Aulia R, ikut masuk ke dalam bursa calon ketua OSIS kala itu. Setelah melewati beberapa proses seleksi akhirnya terpilihlah Achie sebagai Ketua OSIS SMPN 2 Majalengka dengan wakil ketua Aang Chumaedi Hidayat, Sekretaris Lia Aulia R, dan Bendahara Desiana Setia Budhie.
Selama masa bakti sebagai Ketua OSIS, Achie mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak ilmu dan pengalaman baru. Achie diberi kesempatan untuk mengambil keputusan mengenai sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan siswa, khususnya kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, Achie bisa berkenalan dengan siswa-siswa dari sekolan lain yang membuatnya bisa mengenal banyak karakter orang. Namun, disamping rasa suka ada pula dukanya. Dirinya sering sedih ketika ada yang ‘kabur’ dari rapat, padahal itu adalah temannya sendiri. Achie merasa ditinggalkan.
Achie mengemban amanah sebagai Ketua OSIS SMPN 2 Majalengka selama kurang lebih 11 bulan antara tahun 2000-2001. Secara keseluruhan kepemimpinan Achie di OSIS bisa dikatakan baik karena mampu menjaga kekompakan para pengurus. Menurut Achie kunci utamanya terletak pada kenyamanan yang diciptakan dalam berkegiatan yang dibuat se-have fun mungkin.
Jiwa aktivis Achie berlanjut ke SMA. Gadis yang mengaku sebagai orang yang anti lelet dan suka tantangan ini aktif di kegiatan Rohani Siswa (Rohis) SMAN 1 Majalengka. Di bangku kuliah, Achie aktif sebagai sekretaris Ikatan Keluarga Mahasiswa Majalengka (IKMM) pada tahun 2007. Selain IKMM, Achie pun aktif di Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia (JMKI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa FIK Unpad. Achie juga sempat terlibat dalam penanganan korban gempa Jogja dengan menjadi anggota Satkorlak Unpad di Klaten pada tahun 2007.
Tentang masa SMP
Achie sangat menikmati masa tiga tahunnya di SMP. Gadis penggemar es kelapa Mang Warno ini mengatakan bahwa kisah yang paling indah dalam hidupnya adalah masa-masa di SMP. Banyak kegiatan yang diikuti mulai dari olahraga, belajar, sampai guling-guling di tengah lapangan basket di malam buta saat pelantikan Paskibra. SMPN 2 Majalengka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup Achie, bahkan keluarganya. Adik Achie, Nina Minasari, pun adalah alumnus angkatan 2004.
Dibalik rutinitasnya yang super sibuk di Paskibra, Pramuka, dan OSIS, Achie memiliki sisi kehidupan yang lain. Cinta, misalnya. Achie pernah jatuh cinta saat SMP, bahkan sempat terlibat cinta monyet yang menurutnya sangat berliku dan menggelikan. Namun, Achie menolak dengan halus untuk menjelaskan lebih detil.
Achie sangat menyukai pelajaran matematika, khususnya saat kelas 3. Saat itu yang mengajarnya adalah Bu Henny. Oleh karena itu, tidak heran Achie menempatkan Bu Henny sebagai guru favoritnya. Selain Bu Henny, sosok guru favorit Achie adalah Pak Amin, guru fisika. Baginya, Pak Amin merupakan sosok bapak di sekolah, yang sering dijadikan tempat curhat olehnya.
Achie adalah pribadi yang fun, senang berbagi cerita, dan smart, sehingga dirinya memiliki banyak teman, baik teman seangkatan maupun kakak dan adik kelas. Bersama teman-temannya, Achie berjuang mengharumkan nama sekolah kala itu. Hingga kini Achie masih menjaga hubungan silaturahim dengan terus menjalin komunikasi via sms, telepon, email, dan jejaring sosial seperti facebook.
Saat ditanya mengenai perbedaan SMP yang dulu dan sekarang, Achie menjawab bahwa dulu SMPN 2 Majalengka belum memiliki sarana dan prasarana sebaik sekarang. Achie senang dengan perkembangan SMP yang kini memiliki bangunan yang baik, bahkan memiliki kolam renang sendiri. Achie mengenang dulu dirinya pernah ditarik iuran untuk pembangunan kolam renang ini. Namun, sayang Achie belum sempat menikmatinya karena pembangunannya baru selesai ketika Achie sudah lulus. Achie berharap semua fasilitas yang ada bisa dioptimalkan penggunaannya demi kepentingan sekolah, terutama bagi adik-adik yang masih berstatus sebagai siswa di sana. Selain sarana dan prasarana, perbedaan lainnya yaitu mengenai prestasi sekolah. Dulu SMPN 2 Majalengka harum dari kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan Pramuka, sekarang kegiatan yang penuh prestasi adalah ekstrakurikuler Bola Volly yang meraih penghargaan hingga tingkat Nasional.
Harapan-harapan sebagai alumnus
Achie mengaku bangga menjadi alumnus SMPN 2 Majalengka. Bagi Achie arti alumnus itu adalah seseorang yang secara akademik sudah tidak memiliki ikatan formal, tetapi yang ada adalah ikatan kekeluargaan sebagai bagian dari civitas institusi, yang mempunyai tanggung jawab untuk ikut mengembangkan institusi yang pernah membinanya. Oleh karena itu, Achie berharap para alumnus SMPN 2 Majalengka bisa berkontribusi memberikan sumbangsih bagi almamaternya. Ada banyak jenis kontribusi yang bisa diberikan, baik berupa fisik maupun non fisik. Dari segi fisik bisa dengan menjadi donatur, dan dari segi non fisik bisa dengan menjadi media informasi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan sekolah itu sendiri. Untuk bisa mewujudkan itu semua, Achie berharap adanya suatu wadah bagi para alumnus yang mampu menjadi sarana untuk menjaga silaturrahim, media informasi, dan menyalurkan kontribusi (partisipasi) alumni untuk almamater.
Di akhir wawancara Achie tak lupa berterima kasih atas apa yang telah diperolehnya di bangku SMP hingga bisa membuatnya seperti sekarang ini. Achie mengirim salam takzim untuk para guru yang pernah mengajarnya. Achie juga mengirim salam untuk teman-temannya, khususnya angkatan 2001. Bagi adik-adiknya yang masih sekolah, Achie berpesan agar tetap semangat dan selalu menjaga nama baik SMP Negeri 2 Majalengka dengan berprestasi di segala bidang.
***
Biodata Singkat Penulis
- Nama: Dida Sadariksa
- Angkatan: 2003
- Email: akudida@yahoo.co.id
- Facebook: akudida@yahoo.co.id
- Blog: http://didasadariksa.wordpress.com

Suer gak KeNal…
hehehe..
tp saluuut
that’s the point…
lewat blog ini kita bisa saling mengenal antar alumni..
lintas masa..
lintas angkatan..
waaaa…. TK, SD, SMP, n SMA nya teh Sri sama smua ma Ten…. hihihi….. tp kok gtw ya? XD
ummhh..
beda angkatan kali, makanya ga kenal.
kebetulan saya adik kelasnya beliau (?) ;p
jadi tau dikitlah..
*cheers*
alhamdulillah… suenengnya baca profil edisi perdana, bs jd inspirasi..
makin bangga jd bagian keluarga alumni smependaka…
Jo sabe ella señorita Sri Subakti pero ella no posible sabe jo,,,hehehe,,, no pasa nada,,, Jo salute,,,mejor,bueno y muy bien…
dear Alumni SMP 2 Majalengka, mohon maaf sebelumnya, saya mau mohon informasi, waktu waktu saya kuliah di Teknik Sipil ITB (89) saya punya teman yang kuliah di D3 Matematika ITB. Saya lihat di beberapa artikel di forum alumni beberapa kali nama beliau di sebut, Ibu Henny Yuniarni mengajar Matematika di SMP 2. Mudah mudahan Ibu Henny ini adalah teman saya dulu di pengajian Salman (beliau asal Jatiwangi dekat bandara Sukani). Kalau berkenan mohon informasinya apakah Ibu Henny Yuniarni yang mengajar matematika ini adalah sahabat saya dulu (alumni Matematika ITB, asal Jatiwangi?)
Terima kasih
Dear mas Alexander,
Iya setahu saya ibu Henny Yuniarni adalah alumnus matematika ITB (saya kurang tahu angkatan berapa). Kebetulan saya sempat diajar oleh beliau waktu kelas 3.
Hatur nuhun informasina Kang Dida, smoga Allah membalas kebaikan Akang. Salam hormat untuk Bu Henny dan para alumni smp 2 jatiwangi. Sukses dan kompak selalu.