PROFIL ALUMNUS: Supartyningsih

Biodata Singkat

  • Nama: Supartyningsih, SIP.
  • Angkatan: 2003
  • Email: tie_whiterose@yahoo.com
  • Facebook: tie_whiterose@yahoo.com

Ayat Inspirasi

“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

-At Taubah ayat 105-

***

Supartyningsih, biasa dipanggil Party, lahir di Majalengka, 20 Februari 1988. Anak bungsu dari tiga bersadara ini baru beberapa bulan bekerja di Pemda Kabupaten Majalengka setelah lulus dari IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Walaupun memasuki dunia yang serba baru sebagai pegawai negeri, Party termasuk orang yang cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Saat ini ia bekerja di bagian fungsional umum staf sekretaris pribadi Bupati Majalengka.

Teori kebutuhan manusia

Bercerita tentang Party, kita akan kembali ke masa 10 tahun silam ketika ia akan meneruskan sekolah ke tingkat SMP. Putri dari pasangan Drs. Suparmo dan Tjitjih Sukarsih ini lulus pendidikan dasar dari SDN Majalengka Wetan VII, salah satu SD unggulan di Majalengka. Semasa SD, Party mampu berprestasi dengan meraih predikat siswi teladan se-Kabupaten Majalengka pada tahun 1999 dan peringkat 7 se-Provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama. Sebetulnya dengan prestasi mengkilap tersebut, ia bisa melanjutkan ke sekolah favorit. Namun, orang tuanya memutuskan untuk mendaftar ke SMP Negeri 2 Majalengka.

Sekilas mungkin ini adalah pilihan yang keliru. Dengan potensi anak yang luar biasa, pandangan masyarakat awam akan tertuju untuk menitipkan anaknya di sekolah favorit. Berbeda dengan cara pandang orang tua Party. Diantara pembaca pasti pernah mendengar tentang teori kebutuhan: need of achievement, need of affiliation, dan need of power. Ini adalah tiga kebutuhan fundamental manusia. Orang tua Party melihat bahwa SMP Negeri 2 Majalengka bisa memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan ini. Di sana Party bisa menemukan berbagai karakter orang. Bisa bertemu orang dari berbagai lapisan. Berbeda dengan sekolah favorit yang bisa jadi hanya memiliki beberapa tipe saja. Kemampuan berafiliasi dengan berbagai tipe karakter ini akan menjadi modal yang sangat berharga dalam perkembangan kehidupan berikutnya.

Selain itu, Party pun bisa belajar untuk memenuhi dua kebutuhan yang lainnya, yaitu achievement dan power. Hal ini terbukti. Seperti masa SD-nya, Party mampu berprestasi di tingkat SMP. Pribadi yang mengaku tidak suka keramaian ini selalu meraih juara kelas, kecuali di kelas 3. Peringkatnya menurun ke peringkat 3 karena fokusnya terbagi dengan OSIS. Selain akademik, Party aktif di OSIS dan Paskibra. Menjadi Ketua OSIS adalah tantangan terbesar baginya kala itu. Party sempat stres di awal periode kepengurusan. Namun, seiring berjalannya waktu ia mampu keluar dari tekanan yang ada dan memimpin dengan baik. Di Paskibra, ia menjadi bagian generasi emas Paskibra SMP Negeri 2 Majalengka. Bersama kompatriotnya, Party sempat menjuarai beberapa kompetisi baris-berbaris.

Pengalaman menarik yang lain di SMP adalah ketika kemah (camping) pramuka. Party dan teman-teman sekelompoknya mendapat jatah tenda di dekat tebing. Karena posisinya kurang stabil, tas-tas mereka jatuh menggelinding ke bawah. Ketika bangkit untuk mengambil tas, salah seorang dari mereka tidak sengaja menendang pasak tiang tenda. Maka, jadilah mereka terperangkap di dalam tenda seperti kucing dalam karung. “Sebetulnya itu adalah pengalaman menyedihkan. Ditambah cuaca saat itu sedang hujan. Namun, di saat mengenangnya lagi, jadi terasa lucu,” ujar Party sambil tertawa.

Pelajaran favorit Party adalah matematika. Waktu itu gurunya adalah Ibu Henny. Party kagum dengan guru sekaligus wali kelasnya ini. Selain cantik dan pintar, Ibu Henny mampu membaur dan menyatu dengan anak-anak didiknya. Party mengaku belajar banyak dari sosok beliau.

Pendidikan Party berlanjut ke tingkat SMA. Ia meneruskan sekolah ke SMAN 1 Majalengka. Prestasi kembali ia torehkan. Di bidang akademik, Party berprestasi dengan meraih penghargaan MOSI Biologi pada tahun 2005. Selain akademik, concern Party di dunia baris-berbaris mengantarnya bergabung dengan ekskul Paskibra. Kiprahnya di Paskibra berujung di puncak dengan menjabat Ketua Umum Paskibra SMAN 1 Majalengka pada tahun 2005-2006. Selain di sekolah, Party pun bergabung dengan Paskibraka Kabupaten Majalengka pada tahun 2004.

Walaupun telah meraih berbagai penghargaan, Party tidaklah sombong. Ia menyadari bahwa ini adalah anugerah yang diberikan Allah. Dirinya bukanlah manusia sempurna. Ia memiliki kekurangan, sama seperti yang lainnya.

Melawan masalah dengan anti-masalah

Sebagai manusia, kita tidak akan pernah bisa lepas dari masalah. Ketika kita membahas suatu tatanan masyarakat, maka kita akan menemukan berbagai jenis permasalahan di dalamnya. Itu adalah suatu keniscayaan karena masyarakat adalah kumpulan individu-individu yang hidupnya penuh dengan masalah.

Ada dua macam tipe manusia di saat menghadapi masalah. Ada yang berusaha lari dan lepas tangan. Ini adalah tipe pengecut. Ia merasa aman dengan lari, padahal sesungguhnya ia telah masuk ke dalam masalah baru yang kadarnya lebih rumit dari sebelumnya. Tipe kedua adalah orang yang berusaha menaklukan masalah. Ini adalah tipe pejuang.

“Berjuang adalah hidup dan kita hidup untuk berjuang,” ucap Party. Selama kita hidup, maka berjuang adalah nafas. Selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik walaupun dengan segala keterbatasan yang ada.

Lawanlah masalah dengan anti-masalah. Seperti, konsep materi dan anti-materi. Ketika materi dan anti-materi bertemu, maka mereka akan saling meniadakan. Pun demikian dengan masalah. Masalah diciptakan berpasangan dengan anti-masalah. Ketika mereka bertemu, maka masalah itu akan terselesaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, anti-masalah ini dikenal dengan nama “solusi”.

Perjalanan hidup manusia akan selalu berisikan masalah-masalah. Begitu pun dengan hidup Party. Selepas SMA, Party mempersiapkan diri untuk mengikuti SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Penggemar lotek dan mie ayam ini ingin melanjutkan sekolah di jurusan Biologi UPI. Kita bisa memasukan ini sebagai salah satu jenis masalah. Lalu apa anti-masalahnya? Tentunya adalah belajar mempersiapkan diri untuk menghadapi SPMB tersebut. Usaha untuk menemukan dan menghasilkan solusi inilah yang disebut dengan ikhtiar.

Dan batasan manusia cukuplah sampai pada tataran ini. Ketika ikhtiar dan do’a sudah dilakukan secara maksimal, maka tugas kita sudah selesai. Kita tinggal menunggu tangan-tangan Tuhan bekerja. Dialah yang Maha Menentukan. Inilah yang dinamakan konsep tawakal. Apapun hasilnya, yakinilah bahwa itu adalah yang terbaik.

Hari pengumuman SPMB pun tiba. Namun, namanya tidak ada di daftar lulus. Party gagal masuk UPI. Di sini muncul masalah yang baru. Apa anti-masalah kali ini? Party memiliki prinsip untuk tidak menyerah. Jika satu pintu tertutup, maka pasti ada pintu lain yang terbuka. Di saat pintu UPI tertutup, ternyata IPDN membuka pintu untuknya. Ini adalah suatu kesempatan sekaligus anti-masalah yang diberikan Allah untuk Party.

Party resmi menjadi praja IPDN pada tahun 2006. Masuk IPDN tidak berarti permasalahan hidup itu berhenti. Datang masalah-masalah lain yang harus dicarikan solusinya. Di dalam proses itulah kita belajar untuk menjadi lebih baik.

Sebagian besar dari kita tentu ingat skandal yang terjadi di IPDN beberapa tahun yang lalu. IPDN, baik rektorat maupun mahasiswanya, belajar dari peristiwa itu. Pola pembinaan dievaluasi ulang. Kekerasan bukanlah jalan keluar walaupun pembentukan fisik tetap menjadi aspek yang penting. Keterbukaan terhadap kritik dan saran menjadi titik awal membangun kembali citra IPDN sebagai institusi bergengsi. Diskusi bersama menjadi prioritas. Semua itu adalah usaha untuk menghasikan solusi atas permasalahan yang ada.

Itulah hidup. Ia adalah serangkaian permasalahan yang menuntut pemecahan. Akan ada proses pembelajaran bagi mereka yang berani menghadapinya. Ia akan mendewasakan. Ia akan mencerdaskan. Ia akan mematangkan jiwa, mental dan pemikiran. Lihat saja sejarah hidup orang-orang hebat. Mereka adalah orang yang hidupnya penuh dengan masalah. Semakin besar kapasitas seseorang, maka lingkup masalah itu akan semakin besar, tidak hanya menghadapi masalah pribadi tetapi juga masalah orang lain.

Menjadi generasi solutif

Indonesia adalah negara yang penuh sesak oleh masalah. Jika kita cermati, permasalahan bangsa ini bagaikan benang kusut. Jeratan masalah terjadi di bidang ekonomi, sosial, budaya, moral dan bidang lainnya. Semua itu menuntut pemecahan. Dan ini menjadi tanggung jawab semua rakyat Indonesia. Bukan semata-mata tanggung jawab para pemimpin kita saja. Hal yang dibutuhkan oleh bangsa kita sekarang ini adalah generasi solutif. Menurut Party, generasi solutif adalah generasi yang mampu mengatasi tantangan yang ada dan mampu memberikan sesuatu yang positif bagi orang lain.

Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

Kalimat mutiara di atas menjadi prinsip generasi solutif. Mereka tidak banyak bicara, namun mereka banyak berkarya. Mereka tidak banyak menuntut, namun mereka banyak berbuat. Mereka hidup tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain. Mereka tidak mengenal kata menyerah. Mereka selalu berjuang. Mereka adalah pemilik mimpi sekaligus perealisasi mimpi-mimpinya. Mereka terus bergerak. Tanpa henti. Hingga suatu saat tubuh mereka menjadi dingin dan kaku. Mereka hanya terhenti oleh kematian.

Penutup cerita

“Lakukan yang terbaik dan syukuri apa yang ada,” jawab Party ketika ditanya apa moto hidupnya. Bagi Party, ia sangat bersyukur dengan keadaannya sekarang ini. Kini ia sudah bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Ia pun sudah memiliki tunangan yang siap meminangnya menjadi seorang isteri. Itu semua adalah hal yang patut disyukuri. Walaupun masalah dan cobaan datang silih berganti, itu semua tak sebanding dengan nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.

Saat ini Party bersama keluarga tinggal di Desa Bantrangsana, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Party mempersilakan bila ada yang ingin bersilaturahim. Tunangan Party bernama Ahmad Nuvi Maulidina, sekarang sedang menempuh pendidikan untuk menjadi seorang jaksa. Ada dua mimpi yang ingin segera diwujudkannya dalam waktu dekat ini,yaitu menikah dan melanjutkan sekolah S2.

“Untuk guru-guruku, terima kasih atas semua yang telah diberikan selama belajar dulu, sekarang baru terasa manfaatnya. Untuk teman-teman dimanapun sekarang, sukses selalu untuk kalian. Mudah-mudahan kita bisa bertemu dan reuni lagi saat kita sudah menggapai cita-cita dan mimpi-mimpi yang dinginkan.

“Khusus untuk adikku, walaupun kalian hidup di era canggih yang penuh dengan kemudahan, jangan lupa bahwa tugas utama kalian adalah belajar. Apa yang kalian tanam itulah yang kalian bisa rasakan hasilnya nanti,” pesan Party di akhir wawancara.

***

Biodata Singkat Penulis

4 Respon untuk PROFIL ALUMNUS: Supartyningsih

  1. ikut gabung yah

  2. naser hasan fauzi

    walahhh.kakak kelas..10 jempolll

  3. sae atuh diantos nu leuwih enggal

  4. wow.. ada bu parti ha ha..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s